Struktur Atom & Radiasi
Atom merupakan unit terkecil dari materi. Atom bergabung untuk membentuk molekul, yang kemudian berinteraksi untuk membentuk padatan, gas, atau cairan. Misalnya adalah air yang terdiri dari atom hidrogen dan oksigen membentuk molekul air.
Atom terdiri dari tiga
partikel dasar: proton, elektron, dan neutron. Sebagai partikel penyusun inti, kesatuan
proton dan neutron kita sebut dengan nucleon. Inti atom mengandung proton (bermuatan positif) dan
neutron (tidak bermuatan). Daerah terluar atom disebut kulit elektron dan
mengandung elektron (bermuatan negatif). Atom memiliki sifat yang berbeda
berdasarkan susunan dan jumlah partikel dasarnya.
Proton dan neutron
memiliki massa yang kurang lebih sama, yaitu sekitar 1,67 × 10-24 gram. Meskipun
massanya serupa, muatannya berbeda dengan proton bermuatan positif, sedangkan
neutron tidak bermuatan. Oleh karena itu, jumlah neutron dalam sebuah atom
memberikan kontribusi signifikan terhadap massanya, tetapi tidak pada muatannya.
Massa electron lebih
kecil daripada proton, yaitu hanya 9,11 × 10-28 gram, atau sekitar 1/1800
satuan massa atom. Oleh karena itu, mereka tidak berkontribusi banyak pada
keseluruhan massa atom suatu elemen. Ketika mempertimbangkan massa atom,
biasanya mengabaikan massa elektron dan menghitung massa atom berdasarkan
jumlah proton dan neutron saja.
Elektron berkontribusi
besar terhadap muatan atom, karena setiap elektron memiliki muatan negatif yang
sama dengan muatan positif proton. Para ilmuwan mendefinisikan sebagai
"+1" dan "-1. Dalam atom netral yang tidak bermuatan, jumlah
elektron yang mengorbit nukleus sama dengan jumlah proton di dalam nukleus.
Dalam atom-atom ini, muatan positif dan negatif saling meniadakan, yang
mengarah ke atom tanpa muatan.
Atom memiliki jumlah
proton dan elektron yang sama. Gaya antara dua muatan yang berbeda menarik
elektron berada dekat ke inti.
Di inti yang kecil, partikel-partikel saling berdekatan sehingga gaya kuat mengikat proton dan neutron dengan erat.
Gaya nuklir kuat adalah gaya yang mengikat neutron dan
proton bersama-sama di sebuah inti.
Di inti yang besar,
gaya kuat hanya mengikat erat partikel-partikel yang saling berdekatan satu
sama lain.
Di inti yang kecil,
partikel-partikel saling berdekatan sehingga gaya kuat mengikat proton dan
neutron dengan erat.
Di inti yang memiliki
banyak proton, gaya listrik menolak proton yang berjauhan dengannya. Gaya
tolak-menolak yang meningkat ini menyebabkan partikel-partikel di inti yang
besar diikat dengan kurang kuat dibandingkan dengan partikel di inti kecil.
Nomor Atom dan Nomor Massa
Nomor atom adalah jumlah proton dalam suatu unsur, sedangkan nomor massa adalah jumlah proton ditambah jumlah neutron.
- Nomor Atom (Z)
Atom
netral suatu unsur mengandung jumlah proton dan elektron yang sama. Nomor atom
(Z) menunjukkan jumlah electron pada kulit atom. Untuk atom yang netral, jumlah
proton pada inti sama dengan dan neutron pada kulit. Misalnya, nomor atom
karbon (Z) adalah 6 karena memiliki 6 proton. Jumlah neutron dapat bervariasi
untuk menghasilkan isotop, yaitu atom dari unsur yang sama yang memiliki jumlah
neutron yang berbeda. Jumlah elektron juga dapat berbeda dalam atom dari unsur
yang sama, sehingga menghasilkan ion (atom bermuatan).
Contoh :
17Cl35 -> Jumlah electron (Z) = 17
Jumlah proton (Z) = 17
Jumlah neutron (N) = A – Z = 34 – 17 = 18 neutron
- Nomor Massa (A)
Nomor
massa suatu unsur (A) adalah jumlah dari jumlah proton dan jumlah neutron. Proton
dan neutron keduanya memiliki berat sekitar satu satuan massa atom atau sma.
Isotop dari unsur yang sama akan memiliki nomor atom yang sama tetapi nomor
massa yang berbeda.
Berdasarkan
nomor atom (Z) dan nomor massa (A), kita
dapat menemukan jumlah proton, neutron, dan elektron dalam atom netral.
Jumlah
nucleon dalam atom = Z + N
Misalnya,
atom litium
Atom
litium mengandung tiga proton (Z=3), tiga elektron (karena jumlah proton sama
dengan jumlah elektron dalam atom), dan empat neutron (A-Z = 7 – 3 = 4).
- Isotop
Isotop
adalah berbagai bentuk atom dari unsur kimia yang memiliki jumlah proton yang
sama, tetapi jumlah neutron yang berbeda.
Contoh
: 17Cl35 dan
- Isoton
Isoton
adalah berbagai bentuk unsur yang memiliki jumlah neutron yang sama
Contoh
:
- Isobar
Isobar
adalah berbagai bentuk unsur yang memiliki nomor massa yang sama
Contoh
: 6C13
dan 7C14
- Keadaan isomer (metastabil)
Metastabil
adalah keadaan nuklir tereksitasi yang ada untuk beberapa waktu.
Contoh
: 99mTc adalah keadaan isomer dari 99Tc
Radioaktivitas
Radioaktivitas pertama
kali diperkenalkan oleh fisikawan Perancis Antonie Henry Becquerel pada tahun
1896. Saat itu unsur uranium yang beliau teliti menunjukkan gejala radiasi
tertentu dengan daya tembus yang sangat kuat. Antonie Henry Becquerel secara
tidak sengaja meninggalkan serbuk uranium di atas keping fotografi. Saat keping
itu dicetak, terdapat garis uranium pada film. Gejala pemancaran radiasi secara
spontan dari uranium ini disebut dengan gejala radioaktivitas. Radioaktivitas adalah
proses inti atom yang tidak stabil kekurangan energy melalui radiasi emisi dari
partikel atau gelombang elektromagnetik. Radioaktivitas dapat juga
didefinisikan sebagai inti yang tidak stabil melepaskan energy untuk mencapai
kestabilan sambil memancarkan radiasi. Unsur yang dapat menunjukkan gejala
radioaktivitas disebut dengan unsur radioaktif.
Kestabilan Inti Atom
Peristiwa radioaktivitas berkaitan erat dengan kestabilan inti atom. Kestabilan inti atom ditandai dengan perbandingan jumlah proton dan neutron didalam inti atom.
- n/p > 1 ( atom kelebihan electron )
Jika
jumlah neutron lebih banyak dibandingkan proton, maka untuk mencapai kestabilan
neutron akan meluruh menjadi proton disertai pemancaran electron (radiasi beta negative).
0n1 -> +1p1 + -1β0
- n/p < 1 (atom kelebihan proton)
jika
jumlah proton lebih banyak dibandingkan neutron, maka untuk mencapai kestabilan
proton akan meluruh menjadi neutron disertai pemancaran positron
+1p1
-> 0n1 + +1β0 atau +1p1
+ -1β0 -> 0n1
Peluruhan
Pemancaran radiasi terus menerus sepanjang waktu dari inti radioaktif mengakibatkan penyusutan jumlah inti atom radioaktif. Berkurangnya jumlah inti disertai dengan berkurangnya jumlah radiasi yang dipancarkan. Peristiwa penyusutan ini disebut peluruhan radioaktif.
Peluruhan Inti
a) Peluruhan beta
Sinar-β merupakan partikel dengan muatan listrik -1e dan tidak bermassa. Terjadi saat inti memiliki jumlah proton atau neutron yang relatif berlebih satu sama lain.
- Peluruhan radiasi β negative : sinar-β dibelokkan oleh medan magnet namun arah pembelokannya kea rah kutub posistif, berlawanan dengan pembeokan sinar-α.
Jika
inti atom memancarkan radiasi β negative maka dihasilkan inti baru dengan nomor
atomnya bertambah satu dan nomor massannya tetap (penambahan satu proton dan
pengurangan satu neutron dalam inti).
ZXA -> Z+1YA + -1β0
- Peluruhan radiasi β positif : jenis sinar radioaktif yang dibelokkan oleh medan magnet namun arah pembelokannya ke kutub negative.
Sinar-
β positif ini diebut juga dengan positron. Jika inti atom memancarkan positron
maka dihasilkan inti atom baru yang nomor atomnya berkurang 1 dan nomor
massanya tetap. (pengurangan satu proton dan penambahan satu neutron dalam inti)
ZXA -> Z-1YA + +1β0
- Penangkapan electron (penangkapan elektron oleh proton mengubahnya menjadi neutron) : terjadi saat inti memiliki banyak proton relatif terhadap jumlah neutron
b) Peluruhan alfa
Sinar-α
dibelokkan oleh medan magnet ke arah kutub negative. Sinar-α merupakan partikel
dengan muatan listrik +2 dan bermassa 4 sma. Terjadi ketika inti terlalu besar
Suatu inti yang tidak stabil dapat meluruh
menjadi inti yang lebih ringan dengan memancarkan partikel alfa (inti atom
helium). Pada peluruhan alfa terjadi pembebasan energi. Energi yang dibebaskan
akan menjadi energi kinetik partikel alfa dan inti anak. Inti anak memiliki
energi ikat per nukleon yang lebih tinggi dibandingkan induknya.
Jika
inti atom memancarkan sinar-α maka akan dihasilkan inti baru dengan nomor atom
nerkurang 2 dan nomor massanya berkurang 4 (jumlah proton dan neutron berkurang
dua)
ZXA
-> Z-2YA-4 + 2α4
Sinar-γ
tidak dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik. Sinar-γ merupakan
radiasi EM yang tidak bermassa dan tidak bermuatan. Sifat sinar-γ sama dengan
sinar-X namun memiliki frekuensi yang lebih besar dan panjang gelombang yang
lebih pendek.
Atom
yang memancarkan sinar-γ tidak akan mengalami pengurangan nomor atom maupun
nomor massa, hanya saja atom yang berada dalam keadaan tereksitasi kembali ke
keadaan dasar.
Pemancaran
sinar-γ terjadi saat inti kelebihan energi biasanya disertai dengan pemancaran
sinar alfa ataupun sinar beta.
Neutron
merupakan partikel penyusun inti atom yang bermassa 1 sma dan tidak bermuatan
listrik. Pemancaran neutron biasanya terjadi pada unsur-unsur hasil fisi dengan
wakto paro yang sangat pendek. Peluruhan inti yang disertai pemancaran neutron
akan menghasilkan inti baru dengan nomor atom tetap dan nomor massanya
berkurang satu.
Unsur
radioaktif yang dapat memancarkan neutron secara spontan adalah 252Cf.
Neutron cepat dapat diproduksi melalui reaksi nuklir dalam alat akselerator.
e) Penangkapan electron
Terjadi
karena inti memiliki proton terlalu banyak dibanding neutron. Proton menangkap
elektron dan berubah menjadi neutron.
Inti
anak akan memiliki nomor atom yang
berkurang 1 dan nomor massa yang sama dengan inti induk.
Sumber :
Akhadi, M., Dasar-Dasar Protekski Radiasi, Rineka Cipta, Jakarta (2000).
IAEA, Nuclear Medicine Physics : A Handbook for Teachers and Students, Chapter 1
https://courses.lumenlearning.com/boundless-chemistry/chapter/the-structure-of-the-atom/
Komentar
Posting Komentar