Langsung ke konten utama

Materi 5 : Fisika dalam Radiofarmasi II

4. Keamanan Radiasi di Radiofarmasi

a) Batas Kontaminasi Permukaan

Batas kontaminasi permukaan yang diberikan berdasarkan batas dosis efektif yaitu 20 mSv/tahun yang diberikan dalam publikasi ICRP. Kontaminasi dapat dibagi menjadi dua yaitu ;

- kontaminasi eksternal : dapat menyebabkan kontaminasi pada pekerja radiasi dan iradiasi pada kulit pekerja radiasi

- kontaminasi internal : dapat timbul dari inhalasi (menghirup) radionuklida dan menelan radionuklida.

b) Tes Wipe dan Survei Area

Tes wipe diperlukan minimal 100 cm2 area yang harus dibersihkan. Aktivitasnya dapat dinilai menggunakan well counter ataupun probe pancake. Untuk pemancar beta rendah maka perhitungannya menggunakan liquid scintillationSaat mengukur kontaminasi permukaan, diasumsikan bahwa tes wipe menggunakan lap kering untuk menghilangkan 1/10 kontaminasi, sedangkan lap basah akan menghilangkan 1/5 dari kontaminasi.

Survey area radiofarmasi diperlukan untuk memastikan bahwa batas kontaminasi tidak terlampaui, dan survei ini harus dilakukan secara rutin. Urutan survey area  :

    - pengukur survei -> untuk menemukan sumber terbuka yang tidak terduga  

    - memeriksa permukaan dengan pengukur kontaminasi (probe yang sesuai) yang berdasarkan dengan radionuklida yang digunakan

    - uji wipe (penghapusan) -> untuk area dengan latar belakang tinggi atau untuk pemancar beta energi rendah.

c) Pemantauan Dosis Jari Pekerja Radiasi

Cara praktis untuk memantau dosis tangan adalah dengan memakai cincin monitor di pangkal jari. ICRP merekomendasikan agar monitor cincin dipasang di jari tengah dengan elemen diposisikan di sisi telapak tangan, dan faktor tiga harus diterapkan untuk mendapatkan perkiraan dosis ke ujung. Dosis ke jari sangat tergantung pada teknik pengeluaran yang digunakan dan keterampilan operator. Pemantauan dosis jari diperlukan karena dosis jari dapat mendekati atau melebihi batas dosis tahunan yaitu 500 mSv.


5. Selungkup Penahan Produk

a) Lemari Asap

merupakan tempat kerja tertutup yang dirancang untuk mencegah penyebaran asap ke operator dan orang lain. Selain itu lemari asap berfungsi sebagai perlindungan operator terhadap produk di dalam lemari.

b) Lemari Laminar

merupakan lemari yang memberikan perlindungan produk sementara lemari asap dirancang untuk memberikan perlindungan operator. Kabinet aliran laminar menyediakan aliran udara nonturbulen dengan kecepatan mendekati konstan, dan memiliki penampang aliran yang seragam dan dengan variasi kecepatan tidak lebih dari 20%.

Udara yang masuk ke cabinet biasanya melewati filter udara partikulat efisiensi tinggi.

c) Kabinet Isolator

merupakan lemari yang memberikan perlindungan operator dan produk, dan sering digunakan untuk pelabelan sel. Produk dimanipulasi melalui port sarung tangan sehingga bagian dalam kabinet tetap steril sepenuhnya dan perlindungan operator penuh disediakan. Isolator menggabungkan interlock pada segel pintu vakum untuk memastikan bahwa produk tetap steril.


6. Pelindung untuk Radionuklida

Pelindung atau perisai radiasi diperlukan untuk melindungi pekerja radiasi atau operator  dari paparan radiasi.

Perisai digunakan pada : dinding instalasi radiofarmasi, selungkup penahanan, pelindung tubuh untuk operator, dan di sekitar botol individu dan jarum suntik yang mengandung radionuklida.

Bahan pelindung yang digunakan yaitu : timbal dan beton untuk dinding, timbal atau tungsten untuk radionuklida pemancar gamma, dan aluminium atau perspex untuk pemancar beta murni.

Untuk pemancar beta, ketebalan pelindung harus lebih besar dari jangkauan pancaran sinar beta. Hal ini untuk memastikan bahwa semua sinar beta dapat diserap. Polimetil metakrilat (Perspex atau lucite) sangat cocok untuk menyerap sinar beta karena memiliki densitas sebesar 1,19 g/cm3 yang mirip dengan densitas jaringan dan air.

Tingkat dosis permukaan tertinggi pada radiofarmasi berasal dari generator 99Mo ataupun dari 99mTc, sehingga diperlukan pelindung timbal dengan ketebalan beberapa cm untuk mengurangi tingkat dosis ke tingkat yang dapat diterima. Meskipun generator yang dipasok sudah memiliki pelindung yang cukup besar tetapi pelindung tambahan juga diperlukan.

Pada botol radiofarmasi juga harus tetap terlindungi. Pelindung biasanya terbuat dari septum karet botol yang dapat diakses, untuk melindungi tangan operator selama pengeluaran radiofarmaka. Tang panjang juga harus selalu digunakan untuk  memanipulasi botol.

Pada jarum suntik, pelindung juga dapat digunakan bila memungkinkan. Pelindung harus terbuat dari Perspex untuk pemancar beta murni dan timbal atau tungsten untuk pemancar gamma, dan jendela kaca terbuat dari timah untuk memudahkan pengamatan isi dari jarum suntik.


7. Merancang Radiofarmasi

Radiofarmasi harus berlokasi di area yang tidak dapat diakses oleh anggota masyarakat. Radiofarmasi harus ada akses yang mudah dari ke ruang injeksi dan ruang pencitraan untuk meminimalkan jarak pengangkutan bahan radioaktif. Radiofarmasi tidak boleh berdekatan dengan area yang membutuhkan latar belakang radiasi rendah.

Tempat penyimpanan juga diperlukan untuk penyimpanan kit radiofarmasi terliofilisasi. Tempat penyimpanan berpelindung terpisah mungkin diperlukan jika sejumlah besar barang berukuran besar, seperti aerosol atau kit Technegas.

Area pelabelan tergantung pada jenis radiofarmasi yang akan disiapkan, umumnya membutuhkan peralatan khusus. Jika generator Mo/Tc digunakan, ini harus ditempatkan jauh dari area pengeluaran untuk meminimalkan dosis yang diterima oleh orang yang mengeluarkan radiofarmasi, diperlukan area pengeluaran khusus dengan pelindung tubuh dan jendela kaca timah. 

Permukaan dinding, lantai dan langit-langit harus halus, tahan air, tahan lama, dan bebas dari fitur yang dipasang di luar, seperti pipa atau saluran untuk memfasilitasi dekontaminasi radioaktif. Kemudian bangku harus dibuat dari laminasi plastik atau komposit resin atau baja tahan karat, dan bangku harus mampu menahan beban pelindung timbal yang diperlukan dengan aman.

Monitor kontaminasi juga harus tersedia dengan ditempatkan pada lokasi yang mudah diakses. Monitor  dipasang di dinding untuk memeriksa kontaminasi tangan dan harus dipasang di dekat pintu keluar dari radiofarmasi.

Fasilitas cuci tangan harus tersedia yang dapat dioperasikan tanpa menggunakan tangan operator untuk mencegah penyebaran kontaminasi. Pencuci mata juga harus tersedia



Sumber :

Nuclear Medicine Physics: A Handbook for Teachers and Students – Chapter 9


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 3 : Penggunaan Radiasi pada Makhluk Hidup (Radiobiologi)

Radiobiology Dasar Radiobiologi adalah studi kualitatif dan kuantitatif dari efek radiasi pengion pada makhluk hidup. Radiasi dapat memberikan efek berupa kerusakan sel dimana sel menjadi ganas atau secara langsung menginduksi kematian sel. Pada level mikroskopis, sinar atau partikel yang datang akan berinteraksi dengan electron orbital dalam atom atau molekul seluler sehingga menyebabkan : - Eksitasi : kenaikan electron terikat naik ke level energy yang lebih tinggi, electron tidak memiliki energy yang cukup untuk meninggalkan atom induknya. - Ionisasi : electron menerima energi yang cukup untuk dikeluarkan dari orbitnya dan meninggalkan atom induknya.  Radiasi pengion mampu menginduksi proses ejeksi electron -> irradiasi bahan seluler menimbulkan produksi fluks partikel sekunder energik (elektron) -> energik dan tidak terikat, mereka mampu berpindah jauh dari tempat produksi, berinteraksi dengan atom dan molekul lain, dan melepaskan energi ke medium sekitarnya Susun...