4. Keamanan Radiasi di Radiofarmasi
a) Batas Kontaminasi Permukaan
Batas kontaminasi permukaan yang diberikan berdasarkan batas
dosis efektif yaitu 20 mSv/tahun yang diberikan dalam publikasi ICRP. Kontaminasi
dapat dibagi menjadi dua yaitu ;
- kontaminasi eksternal : dapat menyebabkan kontaminasi pada
pekerja radiasi dan iradiasi pada kulit pekerja radiasi
- kontaminasi internal : dapat timbul dari inhalasi
(menghirup) radionuklida dan menelan radionuklida.
b) Tes Wipe dan Survei Area
Tes wipe diperlukan minimal 100 cm2 area
yang harus dibersihkan. Aktivitasnya dapat dinilai menggunakan well counter ataupun probe pancake. Untuk pemancar beta
rendah maka perhitungannya menggunakan liquid
scintillation.
Survey area radiofarmasi diperlukan untuk memastikan bahwa
batas kontaminasi tidak terlampaui, dan survei ini harus dilakukan secara
rutin.
- pengukur survei -> untuk menemukan sumber terbuka yang tidak terduga
- memeriksa permukaan dengan pengukur kontaminasi (probe yang sesuai) yang berdasarkan dengan radionuklida yang digunakan
- uji wipe (penghapusan) -> untuk area dengan latar belakang tinggi atau untuk pemancar beta energi rendah.
c) Pemantauan Dosis Jari Pekerja Radiasi
Cara praktis untuk memantau dosis tangan adalah dengan
memakai cincin monitor di pangkal jari. ICRP merekomendasikan agar monitor
cincin dipasang di jari tengah dengan elemen diposisikan di sisi telapak
tangan, dan faktor tiga harus diterapkan untuk mendapatkan perkiraan dosis ke
ujung. Dosis ke jari sangat tergantung pada teknik pengeluaran yang digunakan
dan keterampilan operator. Pemantauan dosis jari diperlukan karena dosis jari dapat mendekati atau melebihi batas dosis
tahunan yaitu 500 mSv.
5. Selungkup Penahan Produk
a) Lemari Asap
merupakan tempat kerja tertutup yang dirancang untuk
mencegah penyebaran asap ke operator dan orang lain. Selain itu lemari asap
berfungsi sebagai perlindungan operator terhadap produk di dalam lemari.
b) Lemari Laminar
merupakan lemari yang memberikan perlindungan produk
sementara lemari asap dirancang untuk memberikan perlindungan operator. Kabinet
aliran laminar menyediakan aliran udara nonturbulen dengan kecepatan mendekati
konstan, dan memiliki penampang aliran yang seragam dan dengan variasi
kecepatan tidak lebih dari 20%.
Udara yang masuk ke cabinet biasanya melewati filter udara partikulat
efisiensi tinggi.
c) Kabinet Isolator
merupakan lemari yang memberikan perlindungan operator dan
produk, dan sering digunakan untuk pelabelan sel. Produk dimanipulasi melalui
port sarung tangan sehingga bagian dalam kabinet tetap steril sepenuhnya dan
perlindungan operator penuh disediakan. Isolator menggabungkan interlock pada
segel pintu vakum untuk memastikan bahwa produk tetap steril.
6. Pelindung untuk Radionuklida
Pelindung atau perisai radiasi diperlukan untuk melindungi pekerja radiasi atau operator dari paparan radiasi.
Perisai digunakan pada : dinding instalasi radiofarmasi, selungkup penahanan, pelindung tubuh untuk operator, dan di sekitar botol
individu dan jarum suntik yang mengandung radionuklida.
Bahan pelindung yang digunakan yaitu : timbal dan beton untuk dinding, timbal
atau tungsten untuk radionuklida pemancar gamma, dan aluminium atau perspex
untuk pemancar beta murni.
Untuk pemancar beta, ketebalan pelindung harus lebih besar dari jangkauan pancaran sinar beta. Hal ini untuk memastikan bahwa semua sinar beta dapat diserap. Polimetil metakrilat (Perspex atau lucite) sangat cocok untuk menyerap sinar beta karena memiliki densitas sebesar 1,19 g/cm3 yang mirip dengan densitas jaringan dan air.
Tingkat dosis permukaan tertinggi pada radiofarmasi berasal
dari generator 99Mo ataupun dari 99mTc, sehingga
diperlukan pelindung timbal dengan ketebalan beberapa cm untuk mengurangi
tingkat dosis ke tingkat yang dapat diterima. Meskipun generator yang dipasok
sudah memiliki pelindung yang cukup besar tetapi pelindung tambahan juga
diperlukan.
Pada botol radiofarmasi juga harus tetap terlindungi. Pelindung
biasanya terbuat dari septum karet botol yang dapat diakses, untuk melindungi
tangan operator selama pengeluaran radiofarmaka. Tang panjang juga harus selalu
digunakan untuk memanipulasi botol.
Pada jarum suntik, pelindung juga dapat digunakan bila memungkinkan. Pelindung harus terbuat dari Perspex untuk pemancar beta murni dan timbal atau tungsten
untuk pemancar gamma, dan jendela kaca terbuat dari timah untuk memudahkan pengamatan
isi dari jarum suntik.
7. Merancang Radiofarmasi
Radiofarmasi harus berlokasi di area yang tidak dapat
diakses oleh anggota masyarakat. Radiofarmasi harus ada akses yang
mudah dari ke ruang injeksi dan ruang pencitraan untuk meminimalkan jarak
pengangkutan bahan radioaktif. Radiofarmasi tidak boleh berdekatan dengan
area yang membutuhkan latar belakang radiasi rendah.
Tempat penyimpanan juga diperlukan untuk penyimpanan kit radiofarmasi terliofilisasi. Tempat penyimpanan berpelindung terpisah mungkin diperlukan jika sejumlah besar barang berukuran besar, seperti aerosol atau kit Technegas.
Area pelabelan tergantung pada jenis radiofarmasi yang akan disiapkan, umumnya membutuhkan peralatan khusus. Jika generator Mo/Tc digunakan, ini harus ditempatkan jauh dari area pengeluaran untuk meminimalkan dosis yang diterima oleh orang yang mengeluarkan radiofarmasi, diperlukan area pengeluaran khusus dengan pelindung tubuh dan jendela kaca timah.
Permukaan dinding, lantai dan langit-langit harus halus, tahan air, tahan lama, dan bebas dari fitur yang dipasang di luar, seperti pipa atau saluran untuk memfasilitasi dekontaminasi radioaktif. Kemudian bangku harus dibuat dari laminasi plastik atau komposit resin atau baja tahan karat, dan bangku harus mampu menahan beban pelindung timbal yang diperlukan dengan aman.
Monitor kontaminasi juga harus tersedia dengan ditempatkan pada lokasi yang mudah diakses. Monitor dipasang di dinding untuk memeriksa kontaminasi tangan dan harus dipasang di dekat pintu keluar dari radiofarmasi.
Fasilitas cuci tangan harus tersedia yang dapat dioperasikan tanpa menggunakan tangan operator untuk mencegah penyebaran kontaminasi. Pencuci mata juga harus tersedia
Sumber :
Nuclear Medicine Physics: A Handbook for Teachers and Students – Chapter 9
Komentar
Posting Komentar